RANTAI KOMPLIKASI AKIBAT DIABETES

Akibat Diabetes

Diabetes Melitus merupakan penyakit kelainan metabolis dengan pusat kerusakan berupa resistensi insulin pada otot dan kegagalan sel beta pankreas. Namun lebih dari sekedar resistensi insulin dan kegagalan sel beta pankreas, akibat diabetes dapat menimbulkan komplikasi yang beragam dalam tubuh. Sebelumnya mari kita ulas mengenai kerusakan sentral diabetes yaitu resistensi insulin.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas yang berperan dalam regulasi gula darah atau glukosa, Insulin juga yang mengontrol glukosa dalam tubuh dan memberi sinyal pada jaringan lemak, otot, dan liver untuk mengambil glukosa dari darah. akibat resistensi insulin menjadikan gula darah atau glukosa tertumpuk dalam darah akibatnya terjadi hiperglikemia atau tingginya kadar glukosa dalam darah.

Penumpukan glukosa dalam darah ini cepat atau lambat dapat menyebabkan komplikasi. Itulah mengapa Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis dan dianggap permasalahan kesehatan serius. Selain karena Diabetes Melitus merupakan penyakit yang akan disandang seumur hidup, Diabetes Melitus juga sangat memengaruhi kualitas hidup seorang individu.

secara garis besar organ yang menjadi sasaran komplikasi akibat diabetes adalah delapan organ berikut.

Sel beta pankreas, Liver, Otot, Sel lemak, usus, sel alpha pankreas, ginjal, dan Otak.

Beberpa penyakit komplikasi pada Diabetes Melitus Kronis yang sering ditemukan adalah:

  1. Storke dan Sakit Jantung

Stroke dan Sakit Jantung menjadi risiko komplikasi akibat diabetes melitus dengan penjelasanya yaitu pada saat gula darah tinggi mengubah pola lemak kolesterol LDL mengalami kerentanan penumpukan, menghambat produksi kolesterol HDL, dan gangguan elastisitas pembuluh darah. sehingga pembuluh darah menjadi lebih mudah tersumbat. Padahal pembuluh darah coroner fungsinya untuk memberi oksigen ke jantung. Akibat jantung tidak mendapat oksigen, jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh.

  1. Kerusakan Saraf

kerusakan saraf akibat diabetes sangat mungkin terjadi. Pada kondisi kadar gula darah tinggi dalam waktu yang cukup lama dapat menimbulkan gangguan saraf atau disebut neorepati yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, bahkan mati rasa. Gangguan saraf bisa terjadi dibagian saraf tubuh mana pun tapi neorepati diabetic banyak menyerang saraf kaki.Gejala neorepati diabetic pada mulanya penderita akan merasakan kesemutan, krama tau nyeri pada tungkai dan kaki. Lama kelamaan bagian tersebut mati rasa, baik terhadap nyeri maupun suhu. Kondisi mati rasa ini lah yang menyebabkan penderita diabetes tidak menyadari adanya luka. Luka di kaki yang tidak terasa itu kemudian semakin meluas hingga menimbulkan infeksi dan kematian jaringan. Selain masalah pada kaki, penderita neorepati diabetik juga dapat mengalami, Gangguan keseimbangan, Sulit menelan, Keringat yang berlebih atau malah berkurang, Disfungsi ereksi atau impotensi, Vagina kering, Penurunan libido, Sembelit atau diare, atau keduanya bergantian, Gangguan berkemih, seperti mengompol atau sulit buang air kecil, Penglihatan buram atau penglihatan ganda, Lumpuh pada salah satu sisi wajah (Bell’s palsy).

  1. Gangguan pada Ginjal

Ginjal berfungsi sebagai filter darah yang memiliki banyak sel nefron. Nefron adalah gulungan halus pembuluh darah, seperti yang kita tahu bahwa diabetes membawa gangguan terhadap pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan gangguan terhadap nefron tersebut.

Akibat diabetes proses terjadinya gangguan ginjal terjadi secara perlahan pada saat diabetes sudah kronis. Pada tahap awal kerusakan terjadi pada sistem filter ginjal yaitu urin yang dikeluarkan mengandung zat-zat penting yang semestinya tersalurkan dan diedarkan keseluruh tubuh yang membutuhkan seperti protein. Selanjutnya seiring berjalannya waktu gangguan ginjal dapat semakin serius.

  1. Gangguan kulit

Gangguan kulit dapat terjadi pada saat Diabetes Melitus. Namun rata-rata masalah gangguan kulit diabetic dapat dicegah dan diobati dengan baik apabila dideteksi sejak dini.

Masih ada banyak komplikasi-komplikasi lain yang dapat terjadi akibat diabetes. simak terus artikel-artikel kesehatan untuk menambah wawasan kesehatan sehingga kita dapat lebih waspada dan dapat mencegah penyakit sejak dini.