Gejala yang muncul akibat diabetes

akibat diabetes

Menjaga kesehatan merupakan kewajiban bagi setiap individu. Dengan menjaga kesehatan diharapkan dapat mengurangi keluhan-keluhan penyakit dan terciptalah hidup sejahtera. Perlu diketahui bahwa diabetes melitus tipe 2 tercatat sebagai penyakit paling berbahaya di seluruh Dunia. diabetes melitus tipe 2 juga bukan merupakan penyakit menular tapi penderitanya juga sangat banyak. Seorang individu mungkin tidak sadar terkena diabetes melitus karena belum mengenali gejalanya maka dalam artikel ini akan dibahas gejala yang muncul akibat diabetes.

Diabetes atau sering juga dikenal sebagai kencing manis adalah kelainan metabolis dengan ciri khas hiperglikemia yaitu dimana kondisi glukosa dalam darah mengalami ketinggian. Terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, ataupun keduanya.

Yang demikian adalah faktor eksogen dari terjadinya diabetes adapun faktor eksogen yang meliputi jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi serta jumlah aktivitas fisik Selain itu, usia, obesitas, riwayat diabetes keluarga dan stress juga dapat mempengaruhi kadar gula tinggi yang mengakibatkan diabetes.

Pentingnya mengetahui diabetes dari mulai definisi, faktor penyebab, dan sekarang kita akan memasuki pembahasan utama yaitu

gejala yang muncul akibat diabetes

  1. Poliuria

akibat diabetes seseorang dapat mengalami poliuria yaitu seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak. Kondisi ini disebabkan karena saat gula darah tinggi sampai melebihi 160-180 mg/dl maka glukosa akan dikeluarkan bersama urine sehingga ginjal akan menambah volume air untuk mengencerkan sejumlah glukosa yang hilang. Poliuria juga seringkali disertai nocturia, yaitu serinya buang air kecil pada malam hari! Gejala ini akan mengganggu waktu istirahat saat malam hari dan tak jarang menimbulkan stress karena menjadi sulit tidur.

  1. Polidipsia

Selain poliuria akibat diabetes lainnya adalah polidipsia yang mana seringnya kehasuan sehingga mengakibatkan seseorang yang mengalami polydipsia akan sering minum dalam jumlah yang besar. Polidipsia ini juga mau tidak mau mengakibatkan poliuria dan sebaliknya. Sering buang air kecil menimbulkan dehidrasi sehingga tubuh membutuhkan air dalam jumlah banyak. Poliuria dan polidipsia memang seperti rantai yang saling memepengaruhi.

  1. Polifagia

akibat diabetes selanjutnya yaitu polifagia adalah seringnya makan atau peningkatan rasa lapar. Pada kondisi diabetes tubuh tidak peka terhadap efek insulin atau glukosa juga tidak tersedia dalam sel-sel tubuh sebagai sumber energi sehingga tubuh merasa kekurangan energi dan menimbulkan rangsangan rasa lapar agar terjadi asupan-asupan yang diharapkan dapat menjadi energi.

  1. Penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan sebabnya

Penurunan berat badan banyak diinginkan oleh orang-orang terutama pada orang yang merasa memiliki masalah kegemukan. Namun penurunan berat badan yang terjadi tanpa disebabkan olahraga, diet, atau usaha-usaha penurunan berat badan lainya perlu dicurigai. Pada kondisi diabetes kerja insulin terganggu akibatnya glukosa yang semestinya masuk ke dalam sel-sel justru tetap dalam peredaran darah sehingga sel-sel tersebut akan kelaparan. pada kondisi diabetes kalori juga sulit masuk kedalam sel, sehingga berat badan sulit bertambah otot-otot menjadi kecil dan kendur. gejala penurunan berat badan akibat diabetes perlu di waspadai.

  1. Kesemutan

Pada kondisi kadar gula darah tinggi dalam waktu yang cukup lama dapat menimbulkan gangguan saraf atau disebut neorepati yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, bahkan mati rasa. Gangguan saraf bisa terjadi dibagian saraf tubuh mana pun tapi neorepati diabetic banyak menyerang saraf kaki.
Gejala neorepati diabetic pada mulanya penderita akan merasakan kesemutan, krama tau nyeri pada tungkai dan kaki. Lama kelamaan bagian tersebut mati rasa, baik terhadap nyeri maupun suhu. Kondisi mati rasa ini lah yang menyebabkan penderita diabetes tidak menyadari adanya luka. Luka di kaki yang tidak terasa itu kemudian semakin meluas hingga menimbulkan infeksi dan kematian jaringan.

  1. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi atau disebut juga impoten akibat diabetes adalah kondisi dimana ketidak mampuan untuk mencapai ereksi hingga penetrasi saat berhubungan seksual. Hal tersebut terjadi akibat pembuluh darah yang rusak sehingga tidak dapat menimbulkan ketegangan pada alat vital.

Demikian merupakan gejala yang kerap sekali terjadi akibat diabetes Melitus tipe 2. Masih ada gejala lain yang belum dibahas dalam artikel ini. Gejala diabetes diatas merupakan gejala yang umum terjadi. Semoga dapat menjadi informasi yang berguna.