MORINGA DAN MATCHA, DUA OBAT DIABETES HERBAL YANG KAYA MANFAAT

Siapa sangka moringa dan matcha memiliki beberapa kesamaan termasuk perannya sebagai obat herbal untuk pasien diabetes. Keduanya mungkin memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan, tetapi manfaatnya sebagai obat untuk pasien diabetes bisa dipertimbangkan untuk dikonsumsi. Kedua bahan makanan ini adalah superfood yang memiliki beberapa kesamaan sebenarnya. Keduanya sama-sama memiliki antioksidan tinggi, melawan inflamasi, memperlambat penuaan, melindungi jantung dan otak, serta meningkatkan kondisi sistem imun. Apalagi baik moringa atau matcha sama-sama diolah dalam bentuk bubuk dan teh sehingga cara konsumsinya juga hampir sama. Yang membedakan keduanya adalah kandungan nutrisinya.

Moringa adalah tanaman yang kaya akan serat, protein, kalsium, sodium, vitamin C dan vitamin A. Moringa juga terkenal karena kandungan proteinnya yang tinggi. Namun sayangnya moringa tidak memiliki EGCG (epigallocatechin gallate) atau catechin yang merupakan bagian dari senyawa flavonoid.

Sementara itu matcha lebih rendah untuk kandungan serat, protein, kalsium, sodium, vitamin C serta vitamin A. Matcha juga bukan sumber protein yang baik, tapi merupakan sumber EGCG terbaik untuk otak.

Mengombinasikan penggunaan matcha dan moringa sebagai obat herbal akan membawa manfaat lebih banyak bagi pasien diabetes dibandingkan hanya menggunakan salah satunya.

 

Efek samping moringa

Bicara tentang moringa tentu ada kemungkinan penggunaan moringa memiliki efek samping sebagai obat diabetes. Moringa adalah obat yang dibuat secara alami dan minimal bahan kimia berbahaya sehingga dikonsumsi langsung atau digunakan bersentuhan dengan kulit jarang menimbulkan berbagai efek samping. Apalagi penggunaan daun moringa, buahnya, bijinya atau minyaknya telah dilakukan sejak jaman dahulu dan aman digunakan sampai hari ini. Moringa banyak dikemas dalam bentuk suplemen atau dalam bentuk ekstraknya saja saat ini, jadi ada baiknya memilih moringa yang paling alami yang ada. Selalu ada kemungkinan moringa tersebut diolah dengan bahan kimia tambahan yang membahayakan tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Untuk ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak moringa, ekstrak moringa atau akar moringa karena belum ada penelitian menyeluruh tentang pengaruh moringa terhadap kehamilan. Bahan kimia yang ada dalam akar moringa dan bunga moringa dapat memicu terjadinya komplikasi selama kehamilan. Maka selalu gunakan moringa di bawah pengawasan dokter ahli atau sesuai anjuran dokter.

 

Baca juga: https://yakon.co.id/mengolah-moringa-menjadi-obat-untuk-diabetes/