OBAT UNTUK DIABETES YANG BERESIKO MERUSAK SYARAF

Ternyata salah satu potensi yang menyebabkan neuropathy adalah beberapa obat yang digunakan untuk diabetes. Diabetes adalah penyebab utama dari neuropathy di seluruh dunia. Kira-kira sebanyak 70% pasien dengan diabetes menunjukan tanda-tanda munculnya neuropathy. Maka dari itu banyak orang menyarankan agar pasien diabetes dengan neuropathy atau pasien diabetes yang belum menunjukan tanda-tanda neuropathy untuk selalu menjaga gula darahnya tetap stabil.

Menjaga gula darah tetap stabil bisa dilakukan dengan kombinasi dari diet sehat, olahraga, perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat diabetes untuk mengontrol gula darah. Sayangnya ternyata ada beberapa jenis obat untuk diabetes yang justru menyebabkan neuropathy.

Bagi mereka yang memang memiliki diabetes, beberapa jenis obat seperti metformin bisa mempengaruhi kondisi syaraf. Kehadiran metformin berhubungan dengan meningkatnya resiko tubuh kekurangan vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 inilah yang akan menyebabkan neuropathy. Beberapa obat yang umumnya dapay menyebabkan kerusakan syaraf adalah seperti dalam artikel ini.

 

Obat yang bisa menyebabkan neuropathy untuk diabetes

  • Add a (Allopurinol)
  • Amiodarone
  • Ara-C
  • Carboplatin
  • Cisplatin
  • Colchicine
  • Danosine (ddl)
  • Dapsone
  • Disulfiram
  • Docetaxel
  • Etoposide (VP-16)
  • Ethambutol
  • Etoposide
  • Gentamin
  • Gold
  • Indomethacin
  • Isoniazid
  • Lithium
  • L-tryptophan
  • Contaminant
  • Mercury
  • Metronidazole
  • Misonidazole
  • Nitrofurantoin
  • Nitrous Oxide
  • Paclitaxel
  • Perhexilene
  • Phenytoin
  • Pyridoxine
  • Sulfapyridine
  • Statins
  • Stavudine (d4T)
  • Streptokinase
  • Suramin
  • Tacrolimus
  • Thalidomide
  • TNF-alpha antagonists
  • Tumor Necrosis Factor
  • Vincristine
  • Zalcitabine (ddC)
  • Zimeldine

Ini adalah beberapa obat yang dapat merusak syaraf dan menyebabkan neuropathy. Jika setelah mengonsumsi obat ini mulai merasakan gejala neuropathy, segera temui dokter untuk berkonsultasi. Dengan mengenali gejala neuropathy lebih awal dapat mencegah kerusakan lanjutan yang lebih berbahaya. Lalu gejala neuropathy seperti apa yang harus segera dikenali?

Gejala neuropathy yang harus diwaspadai

Mungkin kebanyakan orang diminta untuk mewaspadai gejala neuropathy seperti rasa sakit, kesemutan dan beberapa bagian yang mati rasa. Jika yang dialami adalah peripheral neuropathy yang menyerang kaki dan tangan, memang gejala tersebut yang paling mudah dikenali, meskipun itu bukan satu-satunya gejala neuropathy. Gejala-gejala lainnya tergantung dari jenis syaraf atau syaraf-syaraf apa yang rusak.

Syaraf sensorik: kerusakan yang terjadi pada syaraf sensorik biasanya akan menimbulkan rasa sakit, kesemuatan dan mati rasa. Gejala-gejala ini biasanya berhubungan dengan neuropathy.

Syaraf motorik: ketika syaraf motorik seseorang mulai sulit dikendailkan (sulit berjalan, mengambil sesuatu, atau menggerakan gerakan), bisa diwaspadai sebagai salah satu gejala neuropathy.

Syaraf autonomic: kerusakan pada syaraf autonomic akan menyebabkan masalah pada organ dalam tubuh yang dikendalikan syaraf yang bergerak tanpa sadar. Apa saja itu? Syaraf yang mengatur detak jantung, penafasan, keringat, tekanan darah dan masih banyak lagi.

Tidak semua obat untuk diabetes bisa menyebabkan neuropathy memang, tetapi ada baiknya untuk selalu berhati-hati dengan mengenali gejala neuropathy seawal mungkin setelah mengonsumsi obat tertentu. Jika perlu gantilah obat diabetes berbahan kimia dengan obat herbak khusus untuk diabetes. Obat herbal bisa jauh lebih aman dan minim resiko.

 

Baca juga: OBAT HERBAL UNTUK DIABETES DARI DALAM ESSENTIAL OIL