REMPAH DAN BUMBU YANG BERPERAN BANYAK SEBAGAI OBAT HERBAL DIABETES

Obat herbal diabetes dari rempah dan bumbu dapur

Kerap menjadikan bumbu dapur dan tanaman herbal sebagai tambahan masakan, sekarang saatnya mencoba menjadikan rempah dan herbal menjadi obat herbal diabetes yang cepat menyehatkan. Kandungan dalam rempah-rempah telah banyak terbukti ampuh dan lebih efektif untuk dijadikan obat herbal diabetes. Artikel ini akan membahas sedikit info rempah-rempah yang baik untuk kesehatan terutama pengidap diabetes

 

Ginseng

Ginseng terkenal sebagai ramuan peningkat daya tahan tubuh dan herbal untuk melawan penyakit penuaan, tetapi penelitian menyebutkan bahwa ternyata ginseng mengandung pula bahan anti-diabetes. Ketika mengonsumsi ginseng, penyerapan karbohidrat oleh tubuh menjadi lebih lambat dan sel-sel di dalam menggunakan glukosa dengan lebih efektif. Selain itu, produksi insulin oleh pankreas juga akan meningkat. Penelitian yang dilakukan oleh University of Toronto menyebutkan pasien diabetes mengalami penurunan 15-20% kadar glukosa darah setelah mengonsumsi ginseng.

Untuk menemukan ginseng coba cari di toko-toko pengobatan Cina bisa dalam bentuk akar atau bubuk ginseng. Sedangkan cara menggunakan ginseng bisa dengan diseduh selama 5-6 menit. Jika menggunakan bubuk ginseng cukup gunakan 1 sendok teh, jika menggunakan akar ginseng gunakan 2-3 gram atau 7-8 potong akar ginseng. Minuman rebusan ginseng tersebut setiap pagi dan sebelum makan malam.

Aloe vera

Meski bukan termasuk rempah-rempah atau bumbu dapur, aloe vera ternyata memiliki peran penting sebagai obat herbal diabetes. Aloe vera sendiri telah banyak digunakan sebagai penyembuh inflamasi, meningkatkan sistem pencernaan, mencegah jerawat dan mengurangi rambut rontok. Gel pada aloe vera mengandung bahan yang dapat menurunkan gula darah.

Ekstrak aloe vera banyak dijual di pertokoan, meski begitu ternyata membuat sendiri ekstrak aloe vera juga tidak sulit. Ambil sekitar 3 inch aloe vera, peras gelnya hingga habis kemudian blender dengan ditambahkan air dan perasan lemon. Untuk dosis konsumsinya sendiri sekitar 100 gram perhari setiap pagi hari.

Cengkeh

Cengkeh sangat umum digunakan di Indonesia sebagai tambahan bahan perasa. Rempah-rempah beraroma khas ini memiliki bahan anti-inflamasi, antioksidan dan mencegah masalah sistem pencernaan. Penelitian juga telah banyak membuktikan bahwa cengkeh membantu meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin serta menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida.

Cengkeh dapat dikonsumsi dengan cara dikunyah mentah-mentah. Tetapi jika tidak suka dengan rasanya bisa diganti dengan menambahkan bubuk cengkeh pada makanan. Atau bisa juga dengan meminum 3-4 buah cengkeh yang direndam air semalaman kemudian diminum di pagi harinya.

Sumber: stylecraze.com

 

Baca juga: https://yakon.co.id/suplemen-kayu-manis-bentuk-obat-diabetes-yang-patut-dicoba/