Tentang Nayakon

You are here: Home / Tentang Nayakon

Nayakon Natura Persada

1. OBAT HERBAL BERKUALITAS

Obat herbal merupakan obat yang menggunakan bahan yang berasal dari tanaman yang mengandung senyawa berkhasiat dan tanpa bahan kimia obat (BKO).

Obat herbal perlu terus dikembangkan dan dilestarikan dengan fokus utama pada aspek mutu dan kemanannya (safety). Untuk memperoleh obat herbal yang berkualitas perlu upaya menyeluruh.

Dimulai dengan pemilihan lahan (unsur tanah) yang tepat untuk tumbuhan tertentu, budi daya yang baik sampai pasca panen (good agriculture practice).

Dengan budi daya yang baik, mulai dari pembibitan, penanaman sampai pemanenan akan dapat dihasilkan simplisia dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif.

Upaya untuk menjamin mutu dan keamanan obat herbal harus dilakukan sejak awal proses, mulai dari pemilihan dan penggunaan simplisia, seluruh proses produksi sampai produk beredar di masyarakat.

Obat herbal dari PT. Natura Alam Persada dibuat dengan memperhatikan kualitas dan kemanannya. Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) yang merupakan bahan utama, ditanam di lahan yang memenuhi kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan menggunakan pupuk organik.

Ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 1300-1350 mdpl yang bertujuan untuk menjaga kualitas senyawa aktif dalam tanaman. Setelah dipanen, daun yakon dikeringkan dengan suhu terkontrol untuk menghilangkan kandungan air agar tidak busuk dan menjaga kualitas simplisia yang dihasilkan.

Proses produksi obat herbal daun yakon menggunakan simplisia terbaik dan diproses dengan memenuhi CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik). Yang bertujuan untuk menjamin obat herbal memenuhi persyaratan yang berlaku. Dibuat dengan dosis yang tepat untuk menghindari efek yang tidak diharapkan.

2. ANTIDIABETES DARI TANAMAN

Obat herbal dapat menjadi alternatif pengobatan untuk diabetes mellitus. Beberapa tanaman obat telah diteliti secara ilmiah mengenai mekanisme aktifitas sebagai antidiabetes.

Mekanisme sebagai antidiabetes diantaranya sebagai inhibitor alfa glukosidase, menginduksi sekresi insulin dan memperbaiki sel beta pankreas.

Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) memiliki mekanisme antidiabetes dengan menghambat proses glikogenolisis dan glukoneogenesis.

Dengan penghambatan proses glikogenolisis dan glukoneogenesis maka terjadi penghambatan pembentukan glukosa dalam tubuh. Kandungan di dalam daun yakon yang mempunyai aktivitas penghambatan glikogenolisis dan glukoneogenesis adalah sonchifolin, polimatin B, uvedalin dan enhidrin.

Selain menghambat proses glikogenolisis dan glukoneogenesis, daun yakon juga mempunyai mekanisme sebagai antidiabetes dengan memperbaiki sel beta pankreas.

Sel beta pankreas merupakan sel yang memproduksi insulin untuk mempertahankan kadar gula darah yang optimal untuk sel-sel tubuh. Kandungan di dalam daun yakon yang mempunyai aktivitas memperbaiki sel beta pankreas adalah suatu senyawa antioksidan chlorogenic acid dan melampolide.

Daun Yakon merupakan obat herbal antidiabetes dengan menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki fungsi sel beta pankreas.

3. PALING AMPUH MENURUNKAN GULA DARAH

Kemampuan daun yakon sebagai antidiabetes telah terbukti melalui penelitian ilmiah. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Anshory dkk pada tahun 2014 adalah pada hewan uji yang mengalami diabetes, setelah 16 hari diberi ekstrak daun yakon, terjadi penurunan kadar gula darah puasa.

Pada hari ke-21 dilakukan pemeriksaan terhadap sel beta pankreas. Yaitu dengan menghitung jumlah sel beta pankreas yang dapat diperbaiki oleh ekstrak daun yakon.

Kesimpulannya adalah pemberian ekstrak daun yakon memberikan efektivitas terhadap perbaikan sel beta pankreas.

Daun Yakon paling ampuh menurunkan kadar gula darah. Terbukti dengan hasil penelitian yaitu pada hari ke-16 pemberian ekstrak yakon terjadi penurunan kadar gula darah puasa.

Pada hari ke-21 terjadi perbaikan sel beta pankreas,sehingga terjadi peningkatan produksi insulin yang bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah.

4. AMAN UNTUK PENYAKIT METABOLIK

Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013, proporsi diabetes pada usia diatas 15 tahun meningkat dua kali lipat dari tahun 2007.

Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme tubuh akibat konsumsi berbagai jenis makanan yang tidak terkendali serta gangguan faal tubuh sejalan dengan proses degenerasi.

Untuk menanggulangi penyakit diabetes diperlukan pemakaian obat dalam waktu lama sehingga jika menggunakan obat modern dikawatirkan adanya efek samping yang terakumulasi dan dapat merugikan kesehatan.

Oleh karena itu lebih sesuai bila menggunakan obat alam/OT, walaupun penggunaannya dalam waktu lama tetapi efek samping yang ditimbulkan relatif kecil sehingga dianggap lebih aman.

Selain itu, efek samping obat tradisional tentu tidak bisa disamakan dengan efek samping obat modern. Pada tanaman obat terdapat suatu mekanisme yang disebut-sebut sebagai penangkal atau dapat menetralkan efek samping tersebut, yang dikenal dengan SEES (Side Effect Eleminating Subtanted).